Tasawwuf, sebuah resolusi konflik bagi pribadi

Posted on Desember 22, 2007. Filed under: Uncategorized |

485813411m.jpg

Tasawwuf

 

Keberadaan pilihan menu materi ini, tanpa bermaksud untuk berpihak pada aliran tertentu, thasawuf, tetapi hanya sekedar berbagi ilmu tentang thasawuf kepada pembaca, saudara seiman sekalian.Disini Kami pun hanya mencoba mengutip dari kitab-kitab thasawuf yang Kami yakini kebenarannya.

 

  • Zuhudlah terhadap dunia, supaya Allah mencintaimu dan zuhudlah pada yang ada di tangan manusia supaya manusia pun cinta akan engkau. (HR Ibnu Majah, Tabrani, Baihaqi)

  •  

  • Apabila Allah menghendaki seorang hambaNya menjadi baik, diberinyalah paham akan rahasia-rahasia agama, ditimbulkanNyalah rasa zuhud thd dunia dan diberiNya anugerah dapat memandang yang ghaib dan cela atas dirinya sendiri. (HR. Baihaqi)

  •  

  • Imamul Al Ghazali ; ” Bahwa aku yakin benar kaum shufiyah itulah yang benar-benar telah menempuh jalan yang dicontohkan oleh Nabi yang dikehendaki olehNya. Bahwa mendekati Tuhan, merasa adanya Tuhan, dan ma’rifat Tuhan hanya dapat dicapai dengan menempuh satu jalan, yaitu jalan yang ditempuh oleh kaum shufi.

  • Prof Hamka ; Iman > Ilmu Usuluddin / ilmu qalam, Islam > ilmu fiqih, ihsan > thasawuf

  • Ma’rifat sebagai tujuan thasawuf dapat dicapai melalui syari’at, menempuh thareqat, dan memperoleh hakekat. Syari’at > peraturan, Thareqat > pelaksanaan, Hakekat > keadaan, Ma’rifat > puncaknya.

  • Ma’siat batin antara lain :

    1. Hasad / iri

    2. Haqad / benci

    3. Suuzzan / sangka buruk

    4. Kibir / sombong

    5. Ujub / merasa sempurna

    6. Riya’ / memamerkan kelebihan

    7. Suma’ / cari nama – kemasyhuran

    8. Bukhul / kikir

    9. Hubbul mal / cinta pada kebendaan

    10. Tafahur / bangga diri

    11. Ghadab / pemarah

    12. Ghibah / mengumpat

    13. Namimah / bicara belakang

    14. Kizib / dusta

    15. Khianat / ingkar

    Dan itulah penyebab ma’siat lahiriah.

  • Imamul Al Ghazali ; tidaklah pantas manusia itu berbuat kejahatan dengan anggota tubuhnya, karena tubuh itu ni’mat Allah serta amanat. Maka menggunakan ni’mat Allah itu untuk kema’siatan adalah puncak kekufuran dan penghianatan atas amanat Allah, merupakan kejahatan dan kedurhakaan terbesar kepada Allah.

  • Kufur = tidak bersyukur, pelakunya disebut kafir. Sehingga muslim yang tidak shalat, disebut kafir, karena shalat adalah ibadah wajib, dan penggunaan jasad untuk ibadah adalah kesyukuran atas ni’mat jazad.

  • Musyrik = tidak meng-esa-kan Allah, meyakini kekuatan/kemampuan/keberadaan lain selain Allah.(seperti minta tolong ke pejabat, takut terhadap penguasa (manusia), yakin pada kemampuan diri sendiri (tidak mengakui ketidakberdayaannya di hadapan Allah) adalah bentuk kemusyrikan)

  •  

  • Ada manusia yang tidak kafir (masih shalat) tetapi musyrik (merasa mampu atas dirinya dan hanya ditolong oleh Allah, ada dirinya dan ada Allah (masing-masing terpisah)). Ada pula yang kafir (tidak shalat) dan juga musyrik (tidak meng-esa-kan Allah)

________________________________________________________________________

TOBAT

Kutipan dari kitab Key Concept Of Practice Sufism Oleh Fathullah Gulen

“ Tobat secara sederhana berarti seseorang merasa menyesal karena telah berbuat salah dan kembali lagi kepada Allah dengan niat baru untuk menyempurnakan apa-apa yang telah ditinggalkannya. Menurut para ulama sufi, tobat menandai sebuah usaha tulus untuk membebaskan diri dari penentangan kepada esensi Ilahi dalam perasaan, pikiran, niat, dan tindakan, dan secara tulus tunduk kepada perintah dan laranganNya. Tobat tidak terkandung dalam perasaan jijik terhadap sesuatu yang buruk atau sesuatu yang dilarang dan tidak melakukannya. Tobat adalah selalu menjauh dari apa-apa saja yang dibenci dan dilarang oleh Allah meskipun sesuatu itu tampaknya masuk akal sekalipun.”

“ Ada tiga kategori tobat;

  1. Yang pertama adalah tobatnya orang awam yang tidak mampu menangkap kebenaran Ilahi. Seseorang merasa ketidakpatuhannya kepada Allah sebagai sesuatu yang menggelisahkan dirinya dan karena sadar bahwa dosa-dosanya itulah yang membuat hatinya berkabut, dia berpaling kepada Allah dan mengucapkan tobatnya dengan kalimat-kalimat yang relevan, seperti misalnya “ Aku telah melakukan dosa, berilah aku ampunan”, atau Astaghfirullaha Al Adhzim.

  2. Yang kedua adalah orang-orang yang separuh sadar kembali akan kebenaran Ilahi di balik selubung eksistensi material. Dia merasakan getaran dosa di dalam batinnya dan merasa sangat menyesal terhadap apa-apa yang dilakukan atau muncul dalam pikiran atau hati yang tidak sesuai dengan kesadaran bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Allah, atau muncul penyesalan mendalam ketika menyadari bahwa hatinya lalai lalu mereka segera memohon perlindungan kepada kasih dan pertolongan Allah. Orang mencapai derajat kesadaran dan kewaspadaan spiritual ini adalah seperti yang diterangkan dalam sebuah hadist berikut ini; …bersabda ,”Orang yang tobat secara ikhlash atas dosa-dosanya adalah seolah-olah dia tidak pernah melakukannya. Ketika Allah mencintai hambaNya, dosa-dosanya tidak membahayakan dirinya, Lalu …mengucapkan ayat, Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang bertobat dan orang-orang yang selalu mensucikan dirinya.” Ketika … ditanya tentang tanda-tanda tobat, …bersabda ‘ Tobat adalah penyesalan mendalam dalam hati.”

  3. Yang ketiga adalah orang-orang yang hidup dengan sangat hati-hati, yang hidup sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadist, “ bahkan ketika mereka itu tidur, hati mereka bangun,” akan segera menanggalkan apa saja yang menabiri antara Allah dengan hatinya dan fakultas batin lainnya, dan memperoleh kembali kesadaran tentang hubungan mereka dengan Cahaya dari Cahaya. Mereka selalu memanifestasikan makna Dia adalah sebaik-baik hamba ! sesungguhnya dia selalu bertobat {kepada Tuhannya}(QS.38:44) “

Kemudian beberapa hadist yang menerangkan tentang tobat :

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a.berkata: …bersabda: Allah lebih senang menerima tobat eorang hambaNya melebihi dari gembira seorang yang turun di hutan yang berbahaya dengan kendaraan dan perbekalan makan dan minumnya, kemudian dia meletakkan kepala dan tidur.tiba-tiba ketika bangun, kendaraan yang membawa perbekalan makan minumnya telah hilang, maka ia berusaha mencari sehingga kepanasan, kelaparan dan kehausan, sehingga patah harapan lalu berkata: aku akan kembali ke tempat tidurku tadi lalu ia kembali dan tidur, ketika ketika bangun mendadak kendaraannya telah kembali lengkap dengan perbekalan makan minumnya.

Dari Anas r.a. berkata : …bersabda: Allah lebih senang menerima tobat seorang hambaNya, melebihi gembira seorang yang menemukan untanya yang hilang di hutan yang jauh.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata:…bersabda: Ketika Allah telah selesai mencipta semua makhluk, maka menulis dalam ketetapanNya yang ada padaNya di atas Arsy: Sesungguhnya rahmatKu mengalahkan murkaKu.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: … bersabda: Ada seorang yang tidak pernah berbuat kebaikan berkata: Jika aku mati maka bakarlah mayatku kemudian buang abunya separuh di darat dan separuh di laut sebab demi Allah jika Allah menangkapnya pasti akan menyiksanya dengan siksa yang tiada taranya dari semua manusia seisi alam. Kemudian dilaksanakan wasiatnya, maka Allah menyuruh laut untuk mengumpulkan semua abunya demikian pula darat, dan sesudah dibangkitkan hidup ditanya: mengapakah berbuat itu? Jawabnya: karena takut kepadaMu dan Engkau ya Allah lebih mengetahui. Maka Allah mengampunkan baginya.

Dari Ibn Mas’ud r.a. berkata:… bersabda: Seorang terlanjur mencium wanita ajnabiyah, lalu ia datang kepada …untuk minta hukuman atas perbuatannya itu, tiba-tiba Allah menurunkan ayat: Tegakkan shalat pada waktu pagi dan sore dan sebagian waktu malam, sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus sayyi’at. Lalu orang itu bertanya :Yaa …, apakah ini khusus untukku saja? Jawab …: Bahkan untuk semua umatku.

Dari Al Qur’anul Karim dikutip:

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An Nisaa 110

Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

AnNisaa 146

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al Furqaan 68, 69, 70

Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.

Al Qashash 67

dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

Ar Rum 31

Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Asy Syura 25

Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).

(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat,

Qaaf 31, 32, 33

Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

At Tahriim 4

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

At Tahriim 8

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.

An Nashr 3

Kutipan dari http://www.halaqah.org

“Jelas kiranya bahwa usaha penyucian diri, langkah pertama yang harus dilakukan seseorang adalah tobat dari dosa-dosanya. Karena itu, stasion pertama dalam tasawuf adalah tobat. Pada mulanya seorang calon sufi harus tobat dari dosa-dosa besar yang dilakukannya Kalau ia telah berhasil dalam hal ini, ia akan tobat dari dosa-dosa kecil, kemudian dari perbuatan makruh dan selanjutnya dari perbuatan syubhat. Tobat yang dimaksud adalah taubah nasuha, yaitu tobat yang membuat orangnya menyesal atas dosa-dosanya yang lampau dan betul-betul tidak berbuat dosa lagi walau sekecil apapun. Jelaslah bahwa usaha ini memakan waktu panjang.”

“Syatahat yang diucapkan Abu Yazid, antara lain, sebagai berikut, “Manusia tobat dari dosanya, tetapi aku tidak. Aku hanya mengucapkan, tiada Tuhan selain Allah.””
“Dia juga mengucapkan, “Aku tidak heran melihat cintaku pada-Mu, karena aku hanyalah hamba yang hina. Tetapi aku heran melihat cinta-Mu padaku, karena Engkau adalah Raja Maha Kuasa.”

Mauwlana Jalaluddin Rumi berbicara tentang Tobat:

Aku telah bertobat kembali kepada Allah dengan tulus

Dan tak akan kulanggar sampai jiwa meninggalkan jazadku

Siapakah selain orang dungu yang melangkah ke arah kutukan

Setelah begitu banyak menderita

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: