DIHABISKAN DENGAN KEKECEWAAN

Posted on September 11, 2008. Filed under: Uncategorized |

DIHABISKAN DENGAN KEKECEWAAN

Oleh : Muqoffa Mahyuddin, SAg.

Penyuluh Agama Islam Kokap

FUNGSI WAKTU

Kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik. Ia tiada lain hanyalah terdiri dari malam dan siang dan tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup, waktu lebih berharga daripada emas dan perak, waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan kedudukan.

نعمر كم ما يتذ كر فيه من تذكروجاءكم النذير…. اولم……

“… dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dan masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan…….”(QS. Faathir (35) :37)

أفحسبتم انماخلقنكم عبثاوانكم إلينا لاترجعون ( ) فتعلى الله الملكاالحق لآاله إلاهوربالعرش الكريم ( )

“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah), selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) Arsy yang mulia.”(QS. Al Mukminuun (23): 115-116)

Hak makhluk hidup yang diciptakan untuk ibadah, hai makhuk yang diciptakan untuk mengemban risalah yang besar,apakah kalian sudah mengintrospeksi dirimu dalam waktumu, siang dan malam? Apakah kalian mengetahui untuk apa saja kalian habiskan menit-menit dan detik-detikmu?

Kita datang dan pergi untuk keperluan kita dan keperluan orang hidup tiada habisnya.

Semua keperluan akan mati bersamanya dan selama masih hidup keperluan itu tetap ada padanya.

Rasulullah SAW. Telah bersabda:

إغتنم خمساقبل خمس إغغتنم شبابك قبل هرمك وحياتك قبل موتك وفراغك قبل شغلك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل فقركأو كم قال صلى الله عليه وسلم

“ Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya : gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu; masa hidupmu sebelum kematianmu; waktu luangmu sebelum waktu sibukmu; waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu; waktu kayamu sebelum waktu muskinmu.” Atau sebagaiman ayang disabdakannya SAW.

Adakalanya liburan panjang dialamin oleh putra – putri dan para guru, yaitu menurut libruan yang dikenal dengan tradisi manusia, tetapi bukan liburan menurut Tuhan langit dan bumi, sebab seorang muslim tidak punya libur dan tidak pula cuti sebelum melangkah kakinya ke dalam surga.

Seandainya seteah mati kita dibiarkan tentulah kematian menjadit ujuan setiap makhluk hidup. Tetapi setelah mati kita pasti dibangkitkan hidup kembali dan Tuhan kita akan menanyai segala sesuatu.

Sebenarnya kita tidak punya liburan ataupun cuti, sebagaiman yang diberikan kepada kita oleh manusia yang dalam peristilahan mereka dikenal dengan sebutan cuti, libur, dan istirahat. Sesungguhnya Tuhan manusia telah berfirman:

واعبدربك حتي يأتيك أليقين

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” QS. Al Hijr(15): 99)

Kita tidak punya waktu libur sepanjang siang dan malam, karena malaikat pencatat amal kebaikan senantiasa mencatat dan menulisnya; demikian pula malaikat pencatat amal keburukan senantiasa menghitung dan mencatatnya. kalau demikian, tiada jalan lari bagi kita dari Allah. Kita pasti akan kembali kepada-Nya.

‘Atha’ bin Rabbah berkata kepada para pemuda yang dilalunya, sedang mereka dalam keadaan diam tidak melakukan aktifitas apapun: “Mengapa kalian tidak bertasbih dan berdzikir? Apakah kalian lupa bahwa para malaikat mencatat semua perbuatan yang kalian lakukan?”

إن كل من في السموت والَرض إلآ ءاتى الرحمن عبدا()لقدأحصهم وعدهم عدا() وكلهم أتيه يوم القيمة فردا()إن الذن أمنواوعملواالصلحت سيجعلهم الرحمن ودا() فانمايسرنه بلسانك لتبشر به المتقين وتنذربه قومالدا() وكم اهلكنا قبلهم من قرن هل تحس منهم من احداوتسمع لهم ركزا()

“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Alloh telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Tiap-tiap mereka akan datang kepada Alloh pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih, kelak Alloh yang maha pemurah akan memnanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (kepada sesama mukmin). Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasa kalian agar dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertaqwa dan agar kalian memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. Adakah kalian melihat seorangpun dari mereka atau kalian dengar suara mereka yang samar-samar?” (QS. Maryam(19): 93-98)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: