MACAM MACAM GOLONGAN PEMUDA DALAM LIBURAN SEKOLAH

Posted on September 11, 2008. Filed under: Uncategorized |

MACAM MACAM GOLONGAN PEMUDA

DALAM LIBURAN SEKOLAH

OLEH: MUQOFFA MAHYUDDIN, SAg.

PENYULUH AGAMA ISLAM KOKAP

Ketika musim liburan tiba, para pemuda Islam terbagi menjadi tiga golongan :

1. Golongan yang menganiaya dirinya sendiri.

2. Golongan yang bersikap pertengahan.

3. Golongan yang menjadi pelopor kebaikan.

GOLONGAN YANG MENGANIAYA DIRINYA SENDIRI

Adapun orang yang menganiaya dirinya sendiri adalah pemuda yang mengira bahwa hidup ini adalah menyanyi, dansa, main-main, hiburan, makan, minum, tidur, pergi, dan pulang. Mereka tidak menyadari bahwa kelak Alloh akan meminta pertanggungjawaban darinya atas tiap menit yang ia habiskan dalam hidupnya.

Dia adalah pemuda yang menjadikan liiburan atau masa cutinya untuk melampiaskan ambisi nafsunya, melakukan berbagai pelanggaran, menambah keburukan. Dia sama sekali lupa akan pengawasan Yang Tunggal lagi Esa, yaitu Tuhan bumi dan langit.

Bila kau menyendiri dengan tindakan dosamu dalam kegelapan karena hawa nafsu doronganmu melakukan pelanggaran maka malulah kamu kepada pengawasanTuhan

Katakanlah kepada hawa nafsumu :

”Sesungguhnya Tuhan yang menciptakan kegelapan melihatku!”

Dia adalah pemuda yang lupa akan adanya pengawasan dari Alloh yang selalu melihatnya dan lupa kan hari perjumpaan Dengan-Nya. Dia mendengarkan musik dan nyanyian serta menari bersama denga orang-orang yang menari mengikuti irama musik. Dia lupa bahwa sesungguhnya dia adalah keturunan Khalid BinWalid yang namanya harum sepanjang masa lagi terkenal di dunia sebagai sosok yang berhasil membinasakan para penyembah berhala di muka bumi untuk meninggikan panji Laa Ilaaha Illalloh.

Dia lupa bahwa sesungguhnya dirinya adalah keturunan Sa’ad bin Abi Waqqosh yang telah berhasil menghantam Iwan Kisra dan mengumandangkan takbir di kerajaannya. Setelah runtuh kerajaannya jadilah mereka seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

كم تركوا من جنات وعيون() وزروعومقام كريم()ونعمة كا نوا فيها فكهين()كذالك واورثنهاقوماءاخرين()

“Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah, dan kesenangan–kesenangan yang mereka menikmatinya. Demikianlah kami wariskann semua itu kepada kaum yang lain.’ (QS. Ad –Dukhan (44): 25-28)

Dia lupa bahwa dirinya adalah keturunan Umar bin Khattab yang bila disebut namanya di berbagai tempat pertemuan para Kaisar dan para Kisra, mereka (bagaikan orang yang) pingsan tak sadarkan diri (karena gentar).

Hai orang yang pernah melihat Umar

Saat mengenakan jubahnya yang sederhana

Lauk yang disantapnya hanya minyak (seadanya)

Dan gubuk adalah tempat tinggalnya

Kisra goyah di atas singgasanya karena gentar

Dan raja-raja Romawi takut kepadanya

Adapun masa kini keturunan Umar, Khalid, dan Saad keluar dengan bernyanyi-nyanyi dan menari-nari sambil bermain-main dengan penuh semangat. Demi Allah ini tidak pantas, bathil, aniaya, dan melampaui batas.

Padahal pertumbuhan generasi muda kalangan kita

(seharusnya ) mengikuti

Apa yang dibiasakan oleh orang tuanya

Ya Tuhan kami ini dalah umat yang pernah meninggikan namaMu di atas bintang-bintang. Janganlah Engkau menyia-nyiakan generasi penerusnya dan peliharalah mereka serbagaimana engkau memelihara pendahulunya. Ya Tuhan kami, mereka adalah keturunan mereka adalah keturunan orang-oarang yang pernah membuat manusia terdiam untuk mendengarkan kalam-MU yang manusiawi.

Siapakah yang pernah mengangkat senjata

Untuk meninggikan namaMu

Di atas ketinggian bintang-bintang sebagai menara petunjuk

Kami dahulu bagaikan gunung di atas gunung

Dan barangkali kami bagaikan ombak lautan di atas ombak lautan

Siapakah yang bertanggungjawab atas generasi keturunan Umar, Khalid, dan Saad, ini sehingga mereka menjadi kalangan para penyanyi laki-laki dan perempuan dan para penari laki-laki dan perempuannya?

Pemuda dari golongan ini selalu menunggu-nunggu masa liburan dengan penuh antusias untuk memuaskan kesenangan-kesenangannya. Adapun mengenai shalat lima waktu, jangan anda tanyakan hal itu karena sesungguhnya mereka telah menyia-nyiakannya: Al Qur’an telah ditinggalkannya; dzikir tidak lagi dikenalnya; dan masjid tidak pernah didatanginya.

Yang disukainya adalah hanyalah majalah-majalah porno, kesenangannya adalah nyanyian gila-gilaan; dan teman-temannya adalah mereka yang menjadi sampah masyarakat.

GOLONGAN YANG MENJADI PERTENGAHAN

Mengenai golongan yang kedua alias pertengahan ini, maka mereka tidak memanfaatkan waktu liburnya untuk durhaka kepada Alloh. Bahkan mereka memanfaatkannya untuk hal-hal yang diperbolehkan seraya menunaikan hal-hal yang difardlukan akan menjauhi hal-hal yang diharamkan .

Akan tetapi, mereka gunakan waktu liburnya untuk tidur-tiduran. Bila tidak tidur, mereka sibuk dengan jalan-jalan, piknik dan rekreasi.

Mengapa mereka tidak memanfaatkan waktu liburnya untuk hal-hal yang berguna, seperti membaca buku, membaca Al Qur’an, dan menambah ilmu pengetahuan?

Sebagian kalangan ilmuwan ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang tidur selama delapan jam setiap dua puluh empat jamnya, berarti dia telah menghabiskan usianya yang enampuluh tahun ia gunakan untuk main-main, hal-hal yang tidak berguna, melakukan kedurhakaan dan pelanggaran, dan menyibukkan diri dengan duniawi dan uang.

GOLONGAN YANG MEMPELOPORI KEBAIKAN

Mereka adalah pemuda Islam, pembimbing tauhid, dan penyuluh ajaran Muhammad SAW, dan mereka adalah orang-orang yang akan membawa fajar baru bagi agama Islam ini. Sesungguhnhya mereka adalah para pemuda yang mengetahui arti kehidupan. Mereka mengetahui bahwa kelak mereka akan berdiri di hadapan Tuhannya yang mengetahui semua yang gaib untuk dimintai pertanggungjawaban. Mereka mengetahui bahwa usia enam puluh atau tujuh puluh tahun merupakan ladang bagi kehidupan akherat mereka nanti. Mereka mengetahui bahwa dahulu ulama salaf yang shalih memanfatkan waktu-waktu mereka untuk hal-hal yang diridhai oleh Alloh SWT.

Dahulu Sa’ad bin Musayyab RA. tidur sebentar, lalu bangun dan berkata kepada dirinya sendiri: ”Bangun, hai sarang segala keburukan! Demi Alloh, kamu tidak boleh tidur lagi sampai fajar.”

Al Aswad bin Yazid adalah seorang yang senantiasa puasa, sehingga orang-orang lain berkata kepadanya: ”Berikanlah keringanan kepada dirimu dari puasa.’ Al Aswad menjawab:” Jika aku telah berada dalam kubur, siapakah yang akan menggantikan puasaku: siapakah yang akan menggantikan shalatku: dan siapakah yang akan menggantikan bacaan Al Qur’anku?”

وجعل بينهم وبين ما يشتهون كما فعل باشيا عهم من قبل إنهم كا نوأ في شك مريب

“Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahului (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.” (QS. Saba’(34) ; 54)

Apakah anda pernah melihat mayit shalat dalam kuburnya? Apakah Anda pernah melihat mayit puasa? Apakah anda pernah melihat mayit berdzikir kepada Alloh?

Hai keturunan bapak kami

Kita adalah para penghuni tempat-tempat tinggal

Yang selamanya diancam oleh perpisahan

Kita berpisah meninggalkan dunia

Dan tiada satu golongan manusia pun yang dihimpunkan oleh dunia

Lalu mereka telah berpisah

Mana para kaisar lagi para diktator

Yang telah menghimpunkan kekayaan yang banyak

Kita tidak kekal dan mereka juga tidak kekal

Mereka tidak mejawab bila dipanggil

Seakan-akan mereka tidak mengetahui

Bahwa seruan itu ditunjukkan kepada mereka.

Pemuda pelopor kebaikan ini menjadikan Kitabullah sebagai pegangan dan temannya, pelara duka, dan penghibur hatinya. Shalat lima waktu tidak pernah tertinggal olehnya dan mereka tidak pernah terlambat dari takbiratul ikhram berjamaahnya.

Mereka adalah para pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan lagi penuh dengan semangat yang menyala-nyala dalam memecahkan berbagai permasalahannya dan gemar melakukan penelitian. Mereka selalu memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang berguna lagi tidak pernah terlambat untuk menghadiri pengajaran-pengajaran yang mengandung hidayah, kebikan, dan ceramah-ceramah keilmuan dan keimanan.

Pelajaran mereka adalah dakwah dan pertemuan-pertemuan mereka penuh dengan semangat yang menggugah dan membangkitkan, dan gerakan mereka adalah ketaatan. Mereka adalah pelopor dalam meraih kebaikan.

ثم اورثناالكتاب الذين اصطفينامن عبادنافمنهم ظالم لنفسه ومنهم مقتصدومنهم سابقبالخيرات

“Kemudian Kitab ini Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Alloh…….(QS. Faatir(35):32)

Wahai pemuda Islam, wahai orang-orang yang mempunyai keutamaan, wahai orang yang mulia, tidakkah kalian ingin menjadi pionir kebaikan yang menggunakan malam harinya untuk ketaatan dan siang harinya untuk bertasbih dan mendekatkan diri kepada Alloh, seperti Mus’ab bin Umair, Sa’ad, Khalid, dan juga Thariq dan Shalahuddin Al Ayyubi?

Mereka adalah orang-orang yang berkarakter seperti tertera dalam bait bait syair berikut:

Mereka adalah ahli dalam ibadah malam

Manakala malam menyelimuti kegelapannya kepada mereka

Berapa banyak ahli ibadah yang pipinya dibasahi oleh air matanya

Dan berubah menjadi singa hutan bila seruan jihad memanggil

Mereka siap untuk mati merindukan pahala yang didambakannya

Wahai Tuhan kami

Jadikanlah kami termasuk golongan seperti mereka

Yang telah membangun masa kejayaan

Yang kini telah kami pudarkan

Dalam-dalam kitab Hadist disebutkan sebuah hadits dengan sanad yang shalih bahwa sejumlah pemuda datang menghadap rasulullah SAW. Lalu beliau bertanya : “Apa yang kalian kehendaki?” masing-masing dari merekapun mengemukakan permintaannya yang berkaitan dengan masalah keduniawian dan penghidupan. Seseorang dari mereka meminta baju, lalu beliau memberinya; yang lain meminta uang, maka beliau memberinya; dan yang lainnya lagi meminta makanan, beliau memberinya.

Akan tetapi, seorang lagi dari mereka hanya diam, lalu berkata : Wahai Rasulullah, aku ingin engkau bersedia bicara berdua denganku untuk suatu keperluan,” maka beliau SAW. pun menyendiri dengannya. Pemuda itu berkata : “Sungguhnya aku tidak menginginkan kebendaan duniawi, tetapi aku ingin menjadi temanmu di surga.’ Rasulullah bertanya: ” Apakah ada permintaan lainnya?” Pemuda itu menjkawab : hanya itu yang saya minta.”

Rasulullha SAW. pun bersabda:

فأعني علي نفسك بكثرة السجود

“Maka bantulah aku untuk menolong dirimun dengan banyak sujud (shalat).” (HR. Musli, Abu Dawud, dan Nasa’i)

Disebutkan juga dalam Hadits Tsauban bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullha SAW. tentang amal yang dapat memasukkannya ke dalam surga atau amal yang paling disukai oleh Alloh, maka Nabi SAW bersabda kepadanya:

عليك بكثرة السجودلله فإنك لا تسجدلله سجدة ا إلآ رفعك ألله بهادرجة وحط منك خطيئة

Kamu harus banyak sujud kepada Alloh, karena sungguhnya tidaklah

Kamu melakukan sekali sujud kepada Alloh, melainkan Alloh meninggalkan bagimu satu derajat karenanya dan menggugurkan dirimu satu kesalahan.”(HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, dan lain-lainnya)

Mereka adalah pemuda-pemuda Islam yang sesungguhnya dan inilah jalan surga. Dengan cara ini mereka menggunakan waktunya.

Adz Dzahabi mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa a melakukan shalatnya selain yang fardhu dalam sehari semalam sebanyak tiga ratus raka’at. Ketika ia dipenjara dan dicambuki karena membela jalan Alloh dan demi meninggalkan kalimat-Nya, dia tidak mampu shalat selain seratus lima puluh raka’at saja selain dari fardhunya.

Ad- Dzahabi mengatakan bahwa diantara orang-orang yang banyak shalatnya mulai dari Isya’ sampai fajar adalah Ali Husain Zainul Abidin. Disebutkan bahwa apabila malam terasa panjang baginya dan fajar mulai mendekat, ia beranjak dan berwudhu, lalu mendatangi pembaringannya seraya berkata: “Alangkah indahnya kamu, Alangkah hangatnya kamudain alangkah menyenangkannya kamu. Akan tetapi di surga ada yang lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih hangat daripada kamu. Demi alloh, aku tidak akan tidur sampai pagi.” Diapun shalat sampai fajar. Apabila fajar telah terbit, terlihatlah dari roman wajahnya seberkas cahaya seperti obor yang terang.

Orang – orang yang bertanya kepada Hasan Al Bashri: “Mengapa orang-orang yang gemar shalat malam hari wajahnya terlihat seakan – akan bercahaya?” Al Hasan menjawab:” Karena mereka menyendiri dengan Alloh, maka mereka memakaikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya.”

Ibnu Rajab mengatakan bahwa dahulu Khalid bin Mad’an selalu bertasbih setiap harinya sebanyak seratus ribu kali. Ketika ditayakan kepadanya mengapa dia melakukan seratus ribu kali tasbih, dia menjawab: dia (kompensasiku) adalah seratus ribu dirham, maka aku bertasbih menurut kadar diatku. Mudah-mudahan Alloh memerdekakan diriku dari neraka.

Sesungguhnya para raja itu

Apabila budak-budanya telah berusia tua dalam perbudakannya

Maka para raja itu memerdekakan mereka

Sebagai imbalan jasa kesetiaan mereka

Sedang engkau, wahai penciptaku, lebih mulia daripada ini

Sesungguhnya aku telah tua dalam penghambaan diri

Oleh karena itu, bebaskanlah aku dari neraka.

Wahai pemuda Islam, wahai generasi Muhammad SAW., wahai para penjaga negeri Islam, wahai orang-orang yang telah mengahancurkan bapak moyang mereka pendiri negara berhala, kalian dicalonkan untuk kembali ke jalan Alloh; kalian dicalonkan untuk memimpin manusia; dan kalian dicalonkan menjadi pemimpin-pemimpin manusia.

Tiada yang memimpin manusia, kecuali kalian. Tiada yang memberi hidayah dan petunjuk kepada kebaikan, kecuali kalian. Tiada orang yangmengarahkan mereka kepada agama Islam kecuali kalian.

Alloh, kembalikan kami kepada engkau dengan pengembalian yang baik; hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan perbaikilah hati kami. Keluarkanlah kami dari kegelapan, menuju cahaya yang terang dan jadikanlah kami termasuk orang – orang yang menuntun manusia kesurga yang luasnya seluas langit dan bumi semoga Alloh melimpahkan halawat-Nya kepada junjungan kami, Muhammad, dan dipenghujung do’a kami ucapkan alhamdu lillahhi rabbil ‘alamin.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: