Materi-05 Do’a Hari Ke-5

Posted on September 21, 2008. Filed under: Uncategorized |


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }st2\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText {mso-style-noshow:yes; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.MsoFootnoteReference {mso-style-noshow:yes; vertical-align:super;} /* Page Definitions */ @page {mso-footnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_header.htm”) fs; mso-footnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_header.htm”) fcs; mso-endnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_header.htm”) es; mso-endnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_header.htm”) ecs;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:159467918; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1866490080 1779840040 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:835998458; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1306377338 67698703 67698713 -821652770 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level3 {mso-level-start-at:4; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:117.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:117.0pt; text-indent:-.25in; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Materi-05

Do’a Hari Ke-5

Oleh: Muqoffa Mahyuddin, SAg.[1]

Penyuluh Agama Islam Kokap

Hadirin jama’ah rahimakumullah. Pada hari ke-5 ini mari kita kembali berdo’a bersama-sama dengan bacaan sebagai berikut:

Artinya:”Ya Allah, jadikanlah diriku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang memohon ampunan, jadikanlah aku tergolong dalam golongannya hamba-hambaMu yang sholeh dan taat, dan jadikanlah aku termasuk dalam golongannya para kekasihMU yang didekatkan kepadaMu dengan kasih sayangMu, wahai Yang Maha pengasih dari segala yang mengaishi”.

Hadirin jama’ah rahimakumullah. Kemaren kita telah membicarakan tentang Syarat Sahnya Puasa. Dan pada hari ini kita akan menambahkan dengan Syarat Wajibnya Puasa. Namun sebelumnya kami ingin menyampaikan bahwa antara syarat syah dan syarat wajib puasa itu hampir sama. Akan tetapi memiliki penekanan yang berbeda. Kala syaratnya sah, sebagaimana telah kita bicarakan kemaren, adalah syarat – syarat yang harus terpenuhi, agar puasa yang seseorang dianggap sah oleh Allah, dan berhak mendapatkan pahala yang telah dijanjikanNya. Sedangkan syarat wajib, sebagaimana yang nanti akan kita sampaikan, syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh seseorang, agar ia tahu bahwa dirinya termasuk orang yang diwajibkan untuk melaksanakan puasa.

  1. Islam

Orang yang mengaku dirinya sebagai orang Islam, maka ia harus menjalankan puasa ramadhan, sebagaimana firman Allah;

Artinya;” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa”.

Jika ada yang mengaku beragama Islam tetapi tidak menjalankan puasa, maka Islamnya patut dipertanyakan. Semua yang hadir di sini beragama Islam njih? Dan semuanyapuasa njiih?. Tapi hanya Islamnya hanya ketika bulan ramadhan saja atau seterusnya?… tanda islam yang hanya bulan ramadhan saja adalah kalau ia hanya menjalankan rukun-rukun Islam hanya di bulan Ramadan. Tapi ketika ramadhan telah berlalu, maka bbeliau pula ibadahnya. Tidak lagi pernah sholat, tidak pernah membaca Al Qur’an , perbuatannya banyak yang bertentangan dengan ajaran Islam dan lkain sebagainya, tapi kalau memang Islam kita adalah Islam yang sempurna, maka kita selalu rajin berangkat ke masjid / mushala di setiap kesempatan, bukan hanya saat bulan ramadhan.

  1. Mukallaf

Mukallaf adalah orang yang telah dapat menerima beban hukum, atau orang yang telah akil baligh (berakal dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk, serta mana yang salah dan mana yang benar. Atau sederhananya orang mukallaf itu adalah orang yang sudah dewasa dan pikirannya normal. Penjelasan ini memberikan mafhum mukholafah (pemahaman keterbalikan), bahwa oorang yang tidak mukallaf tidak diwajibkan berpuasa, sebagimana samba Rasulullah:

Artinya:” Ada tiga kelompok manusia yang tidak dikenakan hukum oleh Allah; pertama, orang yang sedang tidur, hingga ia terbangun, kedua, anak yang masih kecil hingga ia menjadi dewasa dan ketiga, orang gila hingga ia sadar kembali”.

  1. Tidak ada hal yang menghalangi puasa.

Ada beberapa hal yang menjadikan seseorang tiak boleh berpuasa;

    1. Seorang wanita yang sedang haid ataupun nifas
    2. Seorang yang gila
    3. Seorang yang pingsan . Namun jika pingsan hanya sebentar, maka ia harus menahan dari makan dan minum setelah sadar.
  1. tidak ada hal-hal yang memperbolehkan berbuka.

Ada beberapa alasan , yang memperbolehkan seseorang berbuka atau tidak puasa;

    1. Karena sakit. Sakit yang menyebabkan seseorang diperbolehka tidak berpuasa adalah sakit yang amat sangat. Bahkan jika sakitnya akan menjadi tambah berat dengan berpuasa, maka ia wajib tidak berpuasa.
    2. Karena musafir (dalam perjalanan), dengan syarat;

Perjalanannya bukan unuk maksiyat (buat dosa)

Jarak perjalanannya lebih dari 83 KM.

Perjalanannya dimulai pagi hari (bahkan bagi sebagian ulama’ harus sebelum subuh). Sehingga jika pagi hari berpuasa dan masih tinggal di rumah kemudian siangnya melakukan perjalanan, maka ia harus tetap berpuasa dan tidak boleh berbka.

Diperbolehkannya orang yang sakit dan sedang dalam perjalanan untuk berbuka, adalah berdasarkan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 185;

Artinya: “Barangsiapa yang sedang sakit atau sedang dalam perjalanan, makabaginya boleh mengganti puasa di waktu-waktu yang lain”.

    1. Tidak mampu berpuasa, seperti orang yang sudah tua dan orang sakit yang sulit diharapkan kesembuhannya. Dalam Al Qur’an disebutkan:

Artinya; “Dan bagi orang-orang yang tidak mampu berpuasa, maka baginya diperbolehkan mengganti dengan memberikan makan kepada orang miskin”.

Catatan penting:

Bagi pekerja keras, seperti kuli angkat , tukang becak, tukang bangunan, sopir dan lain sebaginya, diperbolehkan untuk tidak berpuasa, dengan syarat:

1. Dimalam harinya harus niat untuk berpuasa

2. Sebelum berangkat bekerja, diharuskan dalam keadaan puasa. Jika di tengah perjalanannya merasa tidak mampu lagi berpuasa, maka diperbolehkan berbuka.

3. Mengganti pada waktu yang lain. Wallahua’lamubishowab

Kokap, 15 September 2007


[1]Penulis adalah penyuluh Agama Islam fungsional Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, kuliah pascasarjana Studi Agama dan Resolusi Konflik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: