Materi-08 Do’a hari ke-08

Posted on September 21, 2008. Filed under: Uncategorized |


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }st2\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”DecoType Naskh”; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:178; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:24577 -2147483648 8 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText {mso-style-noshow:yes; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB;} span.MsoFootnoteReference {mso-style-noshow:yes; vertical-align:super;} /* Page Definitions */ @page {mso-footnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/02/clip_header.htm”) fs; mso-footnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/02/clip_header.htm”) fcs; mso-endnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/02/clip_header.htm”) es; mso-endnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/02/clip_header.htm”) ecs;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1791702107; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1729439972 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Materi-08

Do’a hari ke-08

Oleh: Muqoffa Mahyuddin, SAg.[1]

Penyuluh Agama Islam Kokap

Hadirin jama’ah rahimakumullah. Do’a yang kita baca pada hari ke-8 ini adalah:

اللهم ارقنى فيه رحمة الايتام واطعام الطعام وافشاء السلام وصحبت الكرام بطولك يا ملحاالاملين

Artinya: “ Ya Allah, karuniakanlah kepada diriku, rasa kasih saying kepada anak yatim, kemampuan untuk memberi makan, kegemaran memberikan salam dan berteman dengan orang yang berakhlaq mulia dengan kemurahanMu, Wahai Dzat Yang Menjadi Tersandarnya para pengharap.”

Hadirin jama’ah rahimakumullah. Sebagaimana telah dijelahkan oleh penceramah terdahulu, bahwa ramadhan merupakan bulan mulia yang penuh berkah dan keutamaan. Sungguh merugi jika kita tidak mampu menjadikan momentum ramadhan ini sebagai media menggapai keberkahan dan keutamaan yang terkandung di dalamnya. Salah satu upaya untuk menggapai kemuliaaan tersebut adalah dengan melaksanakan puasa dengan menetapi adab-adabnya. Di antara adabnya orang berpuasa adalah:

  1. Menyegerakan untuk berbuka puasa, setelah memasuki waktu maghrib. Menyegerakan berbuka puasa bukan berarti harus makan nasi, akan tetapi dapat juga dengan buah, makanan kecil atau bahkan air. Rasulullah bersabda:

كان يفطر قبل ان يصلى على رطبات فان لم يكن على تمرات فان لم يكن حسا حسوات من ماء فان ه طهور (رواه الترمذى)

Artinya; “ Rasulullah berbعka puasa sebelum melaksanakan shalat maghrib dengan buah kurma basah, jika tidak ada maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka beliau meneguk air dengan beberapa teguka karena ia adalah suci.”

  1. membaca do’a sebelum berbuka. Agar kita benar-benar mencapai keberkahan puasa dan hidangan berbuka yang telah tersedia, maka sebelum menyantap hidangan berbuka sebaiknya di awali dengan berdo’a terlebih dahulu. Do’a yang lazim dibaca adalah:

اللهم لك صمت وعلى رزقك افطرت ذهب الظماء وابتلت العرق وثبت الاجر انشاءالله

Artinya: “ Ya Allah, bagimu Puasaku, kepadaMu kami beriman, dari rizkiMu kami berbuka puasa , maka menjadi hilang rasa hausku, menjadi basah tenggorokan, dan semoga Engkau menetapkan pahala kepadaku, jika memang Engkau menghendaki”.

  1. memberi buka kepada orang yang berbuka puasa, walaupun dengan makanan kecil ataupun buah-buahan. Rasulllah bersabda:

من فطر صائما كان له مثل اجره (رواه الترمذ ى)

Artinya:” Barangsiapa yang memberikan buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaiman pahalanya orang yang berpuasa tersebut”.

  1. Makan sahur, walau hanya dengan seteguk air. Rasulllah bersabda;

تسحرو لو بحرعة ماء (رواه ابن حبان)

Artinya: “ Sahurlah kalian semua, walau hanya dengan seteguk air”.

  1. Mengakhirkan waktu makan sahur, selagi tidak meragukan, Rasullllah bersabda:

لا يزال امتى بخيرما عجلواالا فطار واحروا والسحور (رواه احمد)

Artinya:” Tidak beranjak kebaikan umatku, sebelum mereka mendahulukan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur”.

  1. Menjaga lisan dari perkataan bohong, gossip, kata-kata kotor, kata-kata makian dan menjaga dari hal-hal yang menghantarkan kepada sahwat, seperti melihat wanita, mendengarkan desahan seksi dan lain sebagainya. Sebagaimana sabda rasulullah SAW:

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس الله حاجة في ان يدع طعامه وشرابه (رواه البخرى)

Artinya:” Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan kotor, maka tidak ada kepentinan bagi Allah untuk mendekati makanan dan minumannya.”

  1. Memperbanyak baca dan merenungkan makna Al Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

ان جبريل كان يلقى النبي صلى الله عليه وسلم في كل سنة في رمضان حتى ينسلخ فيعرض عليه النبي القران (رواه البخرى)

Artinya: “Sesungguhnya setiap tahun malaikat Jibril mendatangi Rasulullah saw. pada bulan Ramadhan, dan baru meninggalkannya setelah rasulullah selesai mendemonstrasikan bacaan Al Qur’an di hadapannya.”

  1. Memperbanyak shodaqoh, bersikap dermawan dan berbuat kebaikan , Rasulullah saw., bersabda;

قيل يا رسول الله فا ي صدقة افضل ؟ صدقة في رمضان (رواه الترمذى)

Artinya:’ Sahabat bertanya; “Ya Rasulullah shodaqoh apa yang paling utama? Rasullah menjawab, Shadaqoh di bulan Ramadhan”.

  1. Mendahulkan mandi junub atau haid sebelum datang fajar, agar supaya telah berada dalam keadaan suci dari awal puasa. Walaupun sebenarnya boleh mandi junub setelah masuk waktu subuh. Rasululah bersabda:

ان النبي صلى الله عليه وسلم كان يصبح جنبا من جماع غير احتلا م ثم يغتسل ويصوم (رواه البخارى)

Artinya; “Sesungguhnya nabi pernah memasuki waku subuh dalam keadaan junub bukan karena mimpi, melainkan karena berjima’, kemudian beliau mandi dan berpuasa”. Wallahu a’lamu bishowab.

Kokap, 22 September 2007


[1]Penulis adalah penyuluh Agama Islam fungsional Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, kuliah pascasarjana Studi Agama dan Resolusi Konflik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: