MATERI KE-02 DO’A HARI KE-2

Posted on September 21, 2008. Filed under: Uncategorized |


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }st2\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText {mso-style-noshow:yes; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.MsoFootnoteReference {mso-style-noshow:yes; vertical-align:super;} /* Page Definitions */ @page {mso-footnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm”) fs; mso-footnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm”) fcs; mso-endnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm”) es; mso-endnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm”) ecs;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1682901250; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:381313906 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

MATERI KE-02

DO’A HARI KE-2

Oleh: Muqoffa Mahyuddin, SAg.[1]

Penyuluh Agama Islam Kokap

Hadirin jama’ah subuh rahimakumullah. Memasuki hari yang ke dua di bulan Ramadhan ini, marilah kita bersama-sama membaca do’a yang sesuai dengan makna hari yang kita lewati ini. Marilah kita baca doa berikut secara bersama-sama:

Artinya:”Ya Allah, dekatkan aku di bulan ini kepada keridhaan-Mu, jauhkan aku dari kemurkaan dan kebencian-Mu, dan bimbinglah aku untuk membaca ayat-ayat-Mu denga rahmatMu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi”.

Hadirin jama’ah subuh rahimakumullah. Do’a di atas merupakan permohonan kepada Allah, yang berisi tentang beberapa hal, di antaranya adalah;

  1. memohon didekatkan pada keridhaan Allah. Mardhotillah (kerihaan Allah) merupakan motivasi yang paling luhur dalam kehidupan manusia. Kita diperbolehkan memiliki motivasi hidup yang beraneka ragam, namun kita harus menyadari bahwa motivasi yang paling luhur dan utama hanyalah untuk mencapai keridhaan Allah semata.

Artinya: “Barangsiapa yang berhijrah dengan motivasi untuk menggapai ridha Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan mendapat ridha Allah dan RasulNya, tapi jika berhijrah dengan niat atau motivasi untuk memperoleh harta dunia yang diharapkan atau demi seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya juga hanya akan memperoleh keduanya.”

  1. memohon dijauhkan dari kemurkaan dan kebencian Allah. Kemurkaan Allah merupakan petaka yang paling besar bagi manusia, karena Allah merupakan Rabb, dan penguasa alam semesta. Tidak ada lagi tempat untuk berpaling dan bersembunyi dari kemurkaan Allah, karena seluruh jengkal tanah di bumi ini merupakan wilayah dalam kekuasaanNya. Apakah kita mampu untuk keluar dari bumi Allah? Tentu kita tidak akan mampu melakukannya. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar dijauhkan dari kemurkaanNya. Langkah ini merupakan langkah preventif, agar kita dapat menggapai keselamatan akan kebahagiaan hidup yang sejati.
  2. Memohon diberikan bimbingan untuk senantiasa membaca Al Qur’an. Berdasarkan salah satu sabda Rasulullah, Al Qur’an merupakan penolong di hari kiamat;

Artinya; “Bacalah Al Qur’an, Karena pada hari kiamat ia akan datang, sebagai penolong bagi orang yang membacanya”.

Pada bagian akhir dari do’a di atas, kita mengakui, bahwa semua permohonan yang kita sebutkan, adalah tergantung pada rahmat Allah. Jika Allah mengabulkannya, maka itu semata-mata karena rahmatnya, namun jika belum dikabulkan, maka kita berharap akan segera mendapatkannya. Karena hanya melalui rahmat-Nyalah kita dapat mengharap kebahagiaan sebagaimana yang kita dambakan.

Al Kisah, pada zama dahulu ada seorang ulama’ yang hidup di daerah suku terpencil. Selama hidupnya hanya diserahkan untuk beribadah kepada Allah. Karena kerelaannya untuk beribadah, maka Allah memberikan kemuliaan kepadanya dengan dicukupi segala kebutuhan hidupnya. Untu makan ia tidak perlu berusaha jauh-jauh, karena di sekililingnya telah ditumbuhi banyak pepohonan dengan buah-buahan yang sangat lengkap. Singkat cerita, setelah ia meninggal dunia, malaikat Jibril diperintahkan oleh Allah untuk memasukkannya ke dalam sorga, karena rahmat Allah. Maka jibril mendatangi ulama’ tersebut, dengan mengatakan: “ mari masuklah kamu ke sorga Allah, karena Allah telah memberikanrahmat kepadamu”. Ulama’ tersebt menjawab,” Wahai jibril, saya masuk ke sorga bukan karena rahmat-Nya, akan tetapi karena amal ibadah yang telah saya laksanakan selama hidup saya. Saya tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah, hari demi hari saya lalui dengan senantiasa beribadah kepadaNya. Maka sudah seharusnya saya dimasukkan ke dalam sorga, sebagai hasil dari ibadah saya”. Malaikat jibril menjawab; Wahai hamba Allah, jangan engkau sombong dengan ibadah yang telah kamu laksanakan, karena amal ibadahmu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kenikmatan yang telah Allah berikan kepadamu, jika tanpa rahmatNya, kamu tidak akan dapat masuk sorga, walaupun seluruh umurmu kau pergunakan untuk beribadah”. Ulama’ tersebt membantah,” Tidak wahai malaikat Allah, saya tetap yakin jika amal ibadah saya telah cukup untuk menghantarkan diriku masuk ke dalam sorga”. Jibril menjawab, “ Baiklah kalau itu kehendakmu, mari kita timbang antara amal ibadahmu dengan kenikmatan yang telah diberikan Allah kepadamu.’ Ulama’ tersebut setuju, dan dimulailah penghitungan dan penimbangan diantara amalnya dan nikmat yang telah diterimanya. Setelah penghtungan amal ibadah selesai dan menunjukkan bahwa jumlah timbangan amalnya memang sangat berat, maka ia sangat gembira. Namun ketika dimulai penghitungan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya, betapa ia terkejut, karena melihat bahwa timbangan untuk satu nikmat Allah, yakni nikmat diberikannya penglihatan (mata), jumlahnya telah jauh melebihi timbangan amal ibadahnya. Padahal baru dihitung satu kenikmatan saja yang Allah berikan, belum kenikmatan-kenikmatan yang lain, seperti kenikmatan atas kesehatan, kenikmatan atas berfungsinya organ tubuh dan lain sebagainya. Maka setelah mengetahinya, ia menerima dan pasrah, bahwa kesempatan yang diperolehnya untuk masuk sorga adalah semata-mata karena rahmatNya, dan sama sekali bukan karena amalibadah yang gtelah dilakukannya. Wallahu a’lamubishowab.


[1]Penulis adalah penyuluh Agama Islam fungsional Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, kuliah pascasarjana Studi Agama dan Resolusi Konflik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: