Siri Tafsir Maudhuiy ke-52 : Memugar Idealisma Qurani: Keteladanan Pemuda Kahfi

Posted on Oktober 29, 2008. Filed under: Uncategorized |

Siri Tafsir Maudhuiy ke-52 : Memugar Idealisma Qurani: Keteladanan Pemuda Kahfi PDF Print E-mail
Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan  sebenarnya. Sesungguhnya    mereka   itu  adalah pemuda-pemuda  yang beriman kepada Tuhan mereka    dan    Kami    tambahkan    kepada    mereka  petunjuk.

Dan Kami  telah   meneguhkan   hati   mereka  ketika  mereka  berdiri  lalu  mereka berkata,    “Tuhan kami adalah Tuhan  langit  dan   bumi; kami sekali-kali  tidak   menyeru    Tuhan selain Dia.  Sesungguhnya kami  kalau  demikian telah mengucapkan perkataan  yang amat jauh dari kebenaran.

Kaum kami telah menjadikan selain Dia tuhan-tuhan (untuk  disembah). Mengapa   mereka       tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?)    Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan  terhadap Allah?

Al-Kahf:13-15

ImagePemuda Kahfi adalah sekumpulan pelaku sejarah yang mengabadikan keunggulan iman,  kecerdasan akal, keberanian bersikap dan bertindak   Mereka     bangkit   melepaskan diri daripada belenggu  budaya dan tradisi pembodohan: penguatkuasaan dan pemaksaan  amalan menyembah  berhala,    budaya  warisan  yang dipertahankan dengan setia tanpa dipersoalkan  rasionalitinya,  tanpa dipertanyakan kerelevanannya.
Fitrah insani  yang masih dimiliki  tujuh pemuda Kahfi itu  tidak dapat menerima  agama dan budaya yang tidak serasi dengan kesejatian sifat keinsanan yang memang tercipta dalam acuan tauhidik   –    kecenderungan fitri kepada penyembahan Tuhan Yang Maha Esa, Maha Berkuasa dan Maha Sempurna. Akal sihat  pemuda Kahfi  tidak dapat menerima faham yang tidak rasional.    Kemampuan  dan keberanian berfikir kritis-evaluatif telah menghasilkan  keberanian  bersikap   –   menolak kesesatan yang telah begitu lama membudaya dan mencari alternatif yang benar dan meyakinkan.
•    Fitrah insani  yang masih dimiliki  tujuh pemuda Kahfi itu  tidak dapat menerima  agama dan budaya yang tidak serasi dengan kesejatian sifat keinsanan yang memang tercipta dalam acuan tauhidik   –    kecenderungan fitri kepada penyembahan Tuhan Yang Maha Esa, Maha Berkuasa dan Maha Sempurna.

•    Akal sihat  pemuda Kahfi  tidak dapat menerima faham yang tidak rasional.    Kemampuan  dan keberanian berfikir kritis-evaluatif telah menghasilkan  keberanian  bersikap   –   menolak kesesatan yang telah begitu lama membudaya dan mencari alternatif yang benar dan meyakinkan.

•    Ketulusan mencari kebenaran  mendapat  perhatian dari langit.   Pemuda Kahfi mengalami pencerahan hidayah,  lalu menemukan  hakikat tauhid,  Tuhan yang hakiki hanyalah Allah,   satu-satunya Pencipta, Pemilik dan Penguasa langit dan bumi seisinya.

•    Kebenaran adalah kurnia istimewa yang paling berharga dan membanggakan.  Pemuda Kahfi membuat deklarasi tauhid,   suatu keberanian yang tercetus dari kekentalan iman dan kebanggaan memilikinya.    Motifnya bukan sekadar ingin membuat kejutan atau bangga dengan sikap berani berbeza,  tetapi secara tidak langsung  menyedarkan masyarakat agar berfikir,   mengaktifkan akal sihat yang selama ini  beku terbelenggu dalam budaya “dikir barat”       –      sebut apa sahaja yang disebut oleh “tukang karut” termasuk segala karut dan carutnya.    Memang deklarasi  tersebut cukup menggemparkan.    Mungkin kejutan seperti itulah yang diperlukan oleh masyarakat  yang telah lama kehilangan daya fikir dan kematian idealisme untuk membangkitkan  akal yang tidur dan menghidupkan  hati yang mati.

•    Deklarasi tauhid  pemuda Kahfi  segera dirasakan sebagai gugatan  terhadap  kemapanan dan kestabilan serta ancaman terhadap pihak-pihak yang  berkepentingan.   Raja yang selama ini  ikut di”berhala”kan bertindak memberikan kata dua:  rujuk ke tradisi datuk nenek,  atau  hadapi tindakan brutal pihak penguasa.

•    Berani bersikap, harus berani menghadapi risikonya.  Demikianlah iman  tulen pemuda Kahfi yang mendapat pengakuan dari langit,”…sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman dengan Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk buat mereka.”   Pengakuan Ilahi tersebut sekaligus mengungkapkan hakikat  hubungan erat iman dengan petunjuk;   semakin menguatnya iman, semakin  bertambah  kebenaran yang menyerlah,  termasuk petunjuk Ilahi tentang bagaimana mengurus diri di tengah kemelut pertentangan yang mereka alami.

•    Demi  iman dan kebenaran,   pemuda Kahfi bersumpah setia  mempertahankan pendirian tauhidik dan berusaha menghindari  tindakan teror  penguasa  dengan bersembunyi di gua.   Mereka menghilangkan diri,  tetapi  deklarasi tauhid  mereka tidak ikut menghilang.   Deklarasi keramat itu  tinggal di tengah umat sebagai benih kesedaran.

•    Di tengah ribut memburu dan mengesan jejak pemuda Kahfi,  mereka damai  dalam limpahan rahmat Allah.   Gua gelita yang sempit dan kasar     –    berkat taburan rahmat    –    terasa bagaikan kamar nyaman sehingga mereka tertidur nyenyak selama tempoh yang cukup lama.      Sementara itu masyarakat telah berubah.  Benih iman dan akal rasional yang mereka tinggalkan telah hidup subur dan tersebar luas meliputi  seluruh strata:  raja dan massa.  Ketika itulah mereka sedar,  lalu menyaksikan perubahan dan merasakan penghormatan  umat  generasi baru yang tahu menilai kebenaran, kerasionalan  dan keberanian  bersikap benar.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: