fitrah manusia

Posted on September 20, 2009. Filed under: Uncategorized |

Dari segi bahasa, kata fitrah berasal dari kata fatrh yang berati belahan, dari makna ini lahir makna yang lain, yakni “penciptaan” atau “kejadian”. Selanjutnya dipahami bahwa fatrh adalah bagian dari khalq (penciptaan) Allah. 1) Menurut Al Quran, fitrah manusia adalah kejadian sejak semula atau bawaan sejak lahir yakni potensi agama yang lurus. 2)
Fitrah adalah bentuk dan sistem yang diwujudkan Allah pada setiap makhluk. Fitrah yang berkaitan dengan manusia adalah apa yang diciptakan Allah pada manusia berkaitan dengan jasmaninya dan akal, serta ruhnya.
Manusia dan makhluk lainnya itu memiliki persamaan dan juga perbedaan. Salah satunya adalah manusia dan makhluk lain memiliki tujuan yang sama dalam hal penciptaan yaitu untuk beribadah kepada Allah. Sedangkan dalam hal raga dan ruh manusia memiliki perbedaan. Raga manusia termasuk ke dalam derajat terendah diantara makhluk lainnya sedangkan ruh manusia termasuk ke dalam derajat tertinggi.
Hikmah yang terkandung dalam hal ini adalah manusia mengemban beban amanat pengetahuan tentang Allah sebab tidak sesuatupun di dunia ini yang memiliki
1) Quraish Shihab:Membumikan Al Quran : 28)
2) QS. Ar Rum 30

kekuatan yang mampu mengemban beban amanat ini. Manusia mempunyai kekuatan ini melalui esensi sifat-sifat ruh yang diberikan Allah. Tidak ada satupun di dunia ruh yang menyamai kekuatan ruh ini, baik itu malaikat maupun jin.
Berikut ini persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lainnya
1. Persamaan
• Semua makhluk termasuk manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.
• Tujuan penciptaannya adalah hanya untuk beribadah kepada Allah.
• Semua makhluk akan kembali kepada Allah.
• Dan tiap-tiap makhluk ada di dalam penjagaan dan pengawasan Allah.
2. Perbedaan
• Manusia memiliki hati nurani dan juga nafsu tapi makhluk lain hanya memiliki salah satunya saja.
• Derajat manusia sejati adalah lebih tinggi dari makhluk yang lain.
• Manusia tercipta dari tanah sebagai jasad dan nur sebagai hati. Sedangkan makhluk lain tidak ada yang tercipta dari tanah dan nur.
• Bentuk ibadah manusia telah diatur di dalam Al Qur’an.
• Manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan kehidupannya.
Tuhan telah menganugerahi manusia fitrah dasarnya melalui rohani yang suci, sehingga Islam mewajibkan berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan pada saatnya mengembalikan kefitrahan (idul fitri), yang dilukiskan Rosulullah SAW kepada kita seperti bayi yang baru lahir, yang lahir ke dunia dengan membawa spiritual yang suci dan sehat sesuai hukum hereditas(turun temurun). Dosa dan perubahan yang terjadi kepadanya merupakan suatu ‘aksidental’ (kebetulan) dan tidak ada hubungannya dengan sifat alamiah dasarnya. Ini merupakan suatu tindak kekerasan terhadap fitrah atau misorientasi dan kemerosotan instink yang akan berakibat pada penyakit jiwa dan kemerdekaan jiwanya terhalangi.
Al Quran merupakan ayat kauliah yang membenarkan kenyataan ayat-ayat yang muncul dari jiwa manusia itu sendiri, seperti rasa sayang terhadap sesama manusia, cinta kasih, kerinduan, sifat melindungi diri sendiri, semuanya adalah bukan tuntutan yang dibuat-buat melainkan perwujudan dirinya (fitrah). Al Quran menegaskan bahwa dalam diri manusia ada kecenderungan menuju kebaikan (keimanan) dan penolakan terhadap tindak kejahatan dan kedurhakaan. Allah tidak hanya menempatkan fitrah diri manusia ke dalam ke imanan kepada yang maha menciptakan didalamnya ada dorongan alamiah menuju kebaikan dan menolak tindakan kejahatan, dosa dan tindakan yang merendahkan martabat manusia. 3)
Hijab-hijab Fitrah
Ruh manusia itu memiliki kecenderungan Ilahiah, ruh menjadi fitrah bila tetap berpegang pada kecenderungan awal. Karena di dalam tubuh manusia selain jasad ada juga ruhaninya, maka kedua kebutuhan itu semestinya dinafkahi sama rata. Tubuh diberi nutrisi dan ruh diberi ilmu pendidikan baik ilmu agama ataupun ilmu yang positif lainnya. Kecenderungan awal ruh adalah mengenal Tuhannya (makrifatullah), senantiasa suci, tunduk pada aturan Allah, merderka dari nafsu dam memiliki kasih sayang sesama mahluk Allah.
Hijab-hijab fitrah manusia kepada Tuhannya diantaranya adalah : Buruknya pengetahuan tentang Allah (Su’ul Makrifat), nafsu membentengi jiwanya, dan mencintai dunia berlebihan.
3) Sebagaimana Firman Allah “.. tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah di dalam hati, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Hujarat [49]: 7-8)

Untuk membongkar su’ul makrifat diantaranya adalah, pertama, belajar makrifat untuk menghindari kekafiran (kafir=cover=tertutup dari cahaya Allah). Kedua, Melakukan ibadah untuk melakukan hijab nafsu, sehingga sifat kemalaikatan dalam tubuh terbuka lebar. Ada sebuah tamsil yang menarik sebagai contoh ilustrasi, tubuh manusia itu bagaikan kereta yang ditarik oleh lima kuda liar (sebagai representasi dari panca indera). Persoalannya, bagaimana bila tidak ada kusirnya? Kusir adalah ibarat ruh. Bila ruhnya terhijab, maka sebagai pengendali adalah lima kuda liar tersebut yang bergerak sesuai keinginan liar masing-masing. Akibatnya, bisa saja terjadi kecelakaan fatal. Andaikan ruh sebagai pengendali tubuh maka manusia dalam kondisi fitrah akan selalu terhubung dengan Sang Penciptanya. 4) Ketiga, hijab duniawi, nafsu duniawi begitu kuatnya di jaman modern ini karena semua hal kebanyakan diukur dengan materi, kesuksusesan orang diukur dari materi yang dimilikinya sehingga terkesan sedang berlomba-lomba mencari dunia dalam hidupnya. Ajaran Islam menyetimbangkan antara urusan dunia dan rokhaninya. Sebagai solusi apabila hijab duniawi sudah menyelimuti mata bathin kita, maka sebaiknya apabila telah selesai shalat, kembali mencari rezeki dan selalu ingat (dzikir) karena Allah selalu bersama kita. 5)
4) Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan di bumi. Raja Yang Maha Suci. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. Al Jumu’ah [62]:1)
5) “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al Jumu’ah [62]:10)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: